Selasa, 05 Januari 2010

APLIKASI PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA Modifikasi “Automatic Loading Machine” Generator 99Mo/99mTc berbasis PZC IWAY

APLIKASI PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)
SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA Modifikasi “Automatic Loading
Machine” Generator 99Mo/99mTc berbasis PZC
IWAYAN W., ARTADI H.W., ADANG H.G., YONO S., A.MUTALIB
Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN
Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang 15310, Banten
Telp/Faks. 021.7563141

Abstrak
Kerjasama antara BATAN dengan KAKEN Co. Jepang telah menghasilkan prototipe automatic loading machine untuk proses pembuatan generator 99Mo/99mTc berbasis PZC. Automatic loading machine ini memiliki kapasitas delapan buah generator. Proses tersebut terdiri dari empat tahap yaitu penyerapan 99Mo pada PZC, loading komplek 99Mo-PZC ke dalam kolom, perakitan generator 99Mo/99mTc, dan elusi 99mTc dari kolom generator. Terdapat beberapa kekurangan pada automatic loading machine tersebut yang
mengakibatkan waktu proses secara total menjadi cukup lama. Hal ini berpengaruh kepada paparan radiasi yang akan diterima oleh pekerja. Untuk menanggulangi hal itu dilakukan modifikasi yang dapat mempersingkat waktu proses. Bagian modifikasi tersebut kemudian dibuat agar dapat bekerja secara
otomatis, dengan demikian diperlukan sebuah alat kontrol. Kontrol otomatis yang digunakan adalah system kontrol dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai basisnya. Dari hasil uji coba
yang telah dilakukan maka fungsi sistem kontrol yang dibuat untuk modifikasi tersebut berhasil dengan baik.

Kata kunci : Automatic loading machine, 99Mo-PZC, Sistem kontrol, PLC

Abstract
Cooperation BATAN with KAKEN Co. Japan has resulted in an automatic loading machine prototipe for the process of generator 99Mo/99mTc based on PZC. It has eight generator capacity. The process consist of four phase that is absorption of 99Mo at PZC, loading 99Mo-PZC complex into column, assembling of generator 99Mo/99mTc and elution of 99mTc from generator column. There were weaknesses in the automatic loading machine which tends to a longer of total time process. The condition affect radiation exposure that a worker
will have. To control it, it is done the modify so can shorten time process. The modify part works automatically and it is needed a controller. It is a control system using PLC (Programmable Logic
Controller) as a basis. The experimen has been carried out gives the function of the control system works
well. Keywords : Automatic loading machine, 99Mo-PZC, control system, PLC

PENDAHULUAN
Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR) pada saat ini mempunyai sebuah alat
untuk pembuatan generator 99Mo/99mTc hasil kerjasama antara PRR-BATAN dengan Kaken Co. Jepang. Alat ini dinamakan automatic loading machine[1]. Alat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian kontrol dan bagian loading system (lampiran). Proses yang terjadi dalam unit loading system ini diatur dengan menggunakan satu unit alat kontrol yang berbasis PLC. Dalam sekali proses automatic loading machine mampu menghasilkan delapan buah generator 99Mo/99mTc dengan waktuproses sekitar 9 jam. Setiap proses terdiri dari beberapa tahapan utama yaitu penyerapan 99Mo pada PZC, loading komplek 99Mo-PZC ke dalam kolom, perakitan generator 99Mo/99mTc

SEMINAR NASIONAL IV
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 25-26 AGUSTUS 2008
ISSN 1978-0176

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - BATAN 498 I Wayan W dkk dan elusi 99mTc dari generator 99Mo/99mTc. Total waktu 9 jam dianggap masih terlalu lama[2].
Untuk dapat meningkatkan fungsi automatic loading machine termasuk
didalamnya mempercepat waktu proses, maka perlu dilakukan beberapa modifikasi. Beberapa modifikasi yang dapat dilakukan adalah :
1. Modifikasi proses pengisian larutan 99Mo
ke dalam vial. Sebelum modifikasi, pengisian dilakukan satu persatu sehingga
untuk mengisi delapan vial reaksi memerlukan waktu yang lama. Modifikasi
yang dilakukan adalah merubah system pengisian menjadi delapan vial dalam
waktu yang bersamaan.
2. Modifikasi pada sistem pengocokan campuran reaksi 99Mo dengan PZC.
Sebelum modifikasi, pengocokan dilakukan dengan menggoyangkan
piringan tempat vial reaksi, dengan metode ini ternyata hanya bagian airnya saja yang bergerak, akibatnya reaksi pencampuran menjadi kurang sempurna. Hal ini
ditunjukkan dengan rendahnya kapasitas serap PZC terhadap 99Mo. Modifikasi yang dilakukan adalah merubah system pengocokan dengan menggunakan syringe
yang digerakkan oleh motor. Syringe akan menyedot campuran reaksi 99Mo dengan PZC dan meniupkan kembali secara perlahan sehingga proses pencampuran terjadi dengan sempurna.
3. Modifikasi sistem pemindahan komplek 99Mo-PZC ke kolom perakitan (dalam
tahap perencanaan). Sebelum modifikasi, pemindahan dilakukan satu persatu,
sehingga waktu yang diperlukan menjadi lama. Kemudian modifikasi dilakukan
dengan membuat proses pemindahan menjadi delapan kolom dalam waktu yang
bersamaan.
4. Modifikasi proses pencucian. Modifikasi yang dilakukan adalah melakukan proses pencucian delapan kolom secara bersamasama,dimana sebelumnya dilakukan satu persatu.
5. Modifikasi sistem penampungan limbah (kontrol telah dibuat tetapi tidak
menggunakan PLC).Dari kelima modifikasi yang akan dilakukan, hanya empat tahap yang dapat direalisasikan yaitu modifikasi proses pengisian
larutan 99Mo ke dalam vial, modifikasi pada sistem pengocokan campuran reaksi 99Mo dengan PZC, modifikasi proses pencucian, dan modifikasi sistem penampungan limbah.

Dari empat modifikasi yang dilakukan, tiga tahap diantaranya dikontrol dengan PLC dan satu buah dikontrol dengan kombinasi timer dan relay yaitu modifikasi system penampungan limbah. PLC dalam system kontrol tersebut diprogram sedemikian rupa sehingga dapat menjalankan tahapan-tahapan
modifikasi sesuai fungsinya masing-masing. Pemrograman dibuat dengan ladder diagram yang disesuaikan dengan diagram alir serta urutan proses pada setiap tahapan[3,4,5,6]. Dengan modifikasi tersebut diharapkan dapat
memberikan beberapa peningkatan seperti:
waktu total proses pembuatan generator 99Mo/99mTc dapat dipersingkat, tingkat paparan radiasi yang diterima pekerja jauh berkurang, dan diharapkan dapat meningkatkan mutu produk generator 99Mo/99mTc.

TATA KERJA
Bahan dan Peralatan

Bahan yang digunakan adalah perangkat mekanik ”loading system” hasil modifikasi, Box Panel ukuran 60 x 40 x 10 cm buatan lokal, PLC OMRON CPM1A 40 I/O keluaran Jepang, relay 24 VDC merek OMRON, transformator
step down yang merupakan komponen cadangan dari Kaken, speed control juga
komponen cadangan dari Kaken, power supply 24 VDC sistem switching produk lokal, MCB 2 Ampere merek MG (Merlin Gerlin) buatan Jerman, kabel kontrol merek Federal buatan Indonesia, Fuse 2 Ampere buatan lokal, selector switch merek Legrand, push button switch dan lampu indikator merek OMRON, emergency stop merek Golvin buatan Korea. Peralatan yang digunakan adalah tool set,PC, Software PLC.
Diagram Alir Sistem Kontrol
Ketiga modifikasi yang dilakukan sebenarnya memiliki tahapan proses yang
hampir sama. Perbedaannya adalah pada jenis larutan yang digunakan. Pada loading 99Mo larutan yang digunakan adalah 99Mo, pada
proses pengocokan larutan yang digunakan adalah campuran 99Mo dengan PZC, sedangkan pada proses pencucian yang digunakan adalah

SEMINAR NASIONAL IV
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 25-26 AGUSTUS 2008
ISSN 1978-0176
I Wayan W dkk 499 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN air. Diagram alir sistem kontrol pada modifikasi ”automatic loading machine” untuk generator
99Mo/99mTc berbasis PZC ditunjukkan pada

Membuat Ladder Diagram
Ladder diagram dibuat sesuai diagramalir yang ada. Dimana hubungan masukan,
keluaran, dan PLC dapat dengan jelas terbaca.Ladder diagram tersebut kemudian akan ditanamkan (down load) ke dalam PLC sehingga untuk selanjutnya PLC akan bekerja dengan sendirinya secara otomatis.

PERAKITAN SISTEM KONTROL
Perakitan dimulai dengan membuat jalurjalur pengkabelan antara masukan – PLC –keluaran. Untuk keluaran dibagi menjadi 2 bagian yaitu relay dan beban. Semua keluaran dari PLC disambungkan dengan relay.Kemudian, dari relay pengkabelan diteruskan ke beban seperti beban motor dan solenoid. Hasil perakitan seperti terlihat pada Gambar 3.

Uji Coba Fungsi Sistem Kontrol
Uji coba dilakukan secara bertahap mulaidari uji coba ladder diagram, uji coba system tanpa beban, dan uji coba sistem dengan beban.
Setiap modifikasi dilakukan uji coba sesuai dengan prosedur pengoperasian yang ada. Uji coba yang dilakukan telah menghasilkan proses yang sesuai dengan diagram alir yang ada. Namun, dalam uji coba juga dilakukan kalibrasi
antara volume pada syringe dengan putaran motor serta pengaturan timer pada program PLC sehingga volume akhir yang diinginkan dapat tercapai. Kalibrasi ini dilakukan pada PLC dengan mengatur timer yang menggerakan syringe. Kalibrasi yang sangat penting dan harus diperhatikan adalah pada loading 99Mo ke
dalam vial reaksi. Setiap vial reaksi harus berisi 20 ml larutan 99Mo. Pada loading 99Mo digunakan dua buah syringe dengan kapasitas 120 ml. Kapasitas tabung pembagi ke vial adalah 100 ml sehingga dibutuhkan dua kali proses pengisian dari syringe sampai ke vial reaksi.
Dua kali proses pengisian dilakukan dengan asumsi bahwa sekali sedot setiap
syringe menyedot 40 ml 99Mo yang dimasukkan ke dalam tabung pembagi sehingga dalam tabung akan terdapat 80 ml 99Mo, kemudian dibagi ke delapan vial reaksi sehingga masingmasing vial reaksi berisi 10 ml 99Mo. Dengan
dua kali pengisian maka akan diperoleh jumlah 99Mo pada vial reaksi sebanyak 20 ml. Dengan putaran motor yang tetap (96,67 rpm) maka besarnya timer pada ladder diagram pada pemrograman PLC harus disesuaikan agar diperoleh volume pada syringe sebesar 20 ml. Pada pengujian ini angka seting timer dalam
ladder diagram diperoleh sebesar 21 detik.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Secara keseluruhan hasil modifikasi
dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Bagian Alat Automatic Loading Machine
Hasil Modifikasi
1 = alat kontrol
2 = sistem pengisian 99Mo
3 = vial reaksi
4 = pengendali pengocokan
5 = pengendali pengisian larutan 99Mo
Gambar 3. Alat Kontrol Automatic Loading Machine
Hasil Modifikasi
1 = selector swicth
2 = Star
3 = Stop
4 = Speed Control
5 = PLC
6 = Relay
Proses pada tahap pencampuran 99Mo dengan PZC dilakukan dengan momposisikan selector switch (Gambar 3) pada posisi ”Mo” kemudian tombol ”START” ditekan maka proses pencampuran 99Mo dengan PZC akan
berlangsung dengan sendirinya. Proses diawali dengan turunnya tabung pengisi vial reaksi.Kemudian, terjadi proses pengisian 99Mo ke dalam vial, dimana 99Mo disedot oleh syringe lalu ditiupkan ke tabung penampung. Dari tabung penampung 99Mo dibagi ke delapan vial reaksi. Setiap vial akan terisi 99Mo sebanyak 20
ml. Setelah 99Mo sebanyak 20 ml terdapat pada masing-masing vial reaksi, maka tabung pengisi diangkat kembali pada posisi sebelumnya.
Proses pengocokan (mixing) terjadi pada saat proses pemanasan campuran 99Mo-PZC berlangsung. Proses pemanasan sendiri terjadi selama 3 jam dan proses pengocokan terjadi 15 menit sekali. Proses pengocokan dilakukan
dengan merubah posisi selector switch ke posisi ”MIX” dan menekan tombol ”START”. Proses akan diawali dengan menurunkan tabung
pengisi vial reaksi, kemudian syringe akan menyedot campuran 99Mo-PZC dan beberapa saat kemudian akan meniupkan kembali. Proses sedot-tiup ini dilakukan dua kali dalam satu siklus pengoperasian pengocokan (mixing), dan
setelah itu tabung pengisi vial reaksi diangkat kembali. Proses pencucian dilakukan oleh syringe dan motor yang sama seperti pada proses pencampuran 99Mo-PZC sehingga urutan prosesnya hampir sama, hanya pada proses pencucian tidak lagi menyedot 99Mo melainkan air. Proses pencucian dapat berjalan secara
otomatis dengan cara memindahkan selector switch ke posisi ”WATER” dan menekan tombol ”START”. Dari modifikasi yang telah dilakukan maka dapat diperoleh tabel modifikasi seperti terlihat pada Tabel 1.

KESIMPULAN
Sistem kontrol berbasis PLC yang dibuat telah mampu menggerakan loading system hasil modifikasi. Terbukti bahwa waktu proses total pembuatan generator 99Mo/99mTc sudah dapat dipersingkat dan diharapkan juga peningkatan
lain seperti berkurangnya paparan radiasi yang diterima pekerja serta peningkatan mutu dari generator 99Mo/99mTc dapat dicapai. Untuk selanjutnya masih dapat dilakukan beberapa modifikasi lagi sehingga waktu total proses generator 99Mo/99mTc dapat dipersingkat lagi.

DAFTAR PUSTAKA
1. ANONIM, 2000, ”Operation Manual of
Automatic Loading Machine”, Kaken Co.
2. GUNAWAN A. H, „Konsultasi langsung“, 7-
18 Juli 2008
3. ANONIM, 2000, “Ladder Diagram of
Automatic Loading Machine Operation
Manual”, Kaken Co. Japan.
4. OMRON Training Manual, Omron-Indonesia
Representative Office, 1997
5. YUDA D. H., 2003, ”Dasar-dasar PLC”,
Materi kuliah Teknik Fisika Fakultas Teknik
dan Sains Universitas Nasional.
6. TJOKRONEGORO H. A., 1997, ”Programable
Logic Controller”,

1 komentar: